Category Archives: Ngalor Ngidul

Disliking Monday

It’s 4 am in the morning. It is raining hard. And have been blackout for 2 hours already. I am hungry but too chickened out to get out in the dark, haha.. Normally I would start the day right now since I think it’s just useless to try to sleep again (especially when your tummy’s grumbling). So here I am, waiting for the lights on while hoping to delay the Monday routine as long as possible. Why? Because other than it’s obviously Monday, but also because my husband plans to go out of town until tomorrow. 

Lately, I feel tired doing all the houseworks while handling my 4 year old toddler and a baby who is currently learning to walk from 8 to 6 by my self. And to face it for two days in a row without my husband? Brace myself. Yeah, I don’t know why I don’t enjoy my routine as usual. Usually I am okay with just me and my kid at home, even enjoyed it. But right now I’ve been stressed out, mostly by my baby’s food. Everyday I wake up by thinking “what should I make today for my baby wants to eat?” I wish he could just tell me what he wants and I will make it. Hahahaha.. But he is a baby of course. I know my baby and I prefer Baby-Led Weaning (where you let your baby eat by himself mostly) method but it’s still a very hard work, you know. It’s not easy, but they say it’s worth it. And the other problem is I am not so creative in cooking, so cooking for me is not a fun thing. Cooking is just a responsibility for me. I still much enjoy the role as a teacher to my children rather than a chef, really. This as fact, I can enjoy hours spending to make something for my children to learn but I hate spending hours just in a kitchen. Cooking would be less stressful if I don’t do it while hurrying since I can’t let my baby without me for a long time. So, I just have to be patient, but it’d feel much easier when your husband helps me too through the day.

It’s already 4:30 am in the morning. The light’s already on, thanks God. I’d better get out of my room and start the day to make my morning feel manageable. Please, kiddos, be nice.

P.S : I wish I had chocolate

About Gratitude 

Memiliki anak membuat saya bukan hanya belajar sabar, tapi juga belajar bersyukur. Dua pelajaran yang tidak didapat dari sekolah. Dalam bersabar aja masih susah banget ya, jadi bener2 mesti belajar, berlatih, dan ingat2 terus kenapa mesti sabar. Bersyukur juga mesti begitu. Mesti diingat2 tiap hari dan dirasakan. Supaya apa? Supaya bisa bahagia. Kalau gak bersyukur dengan apa yang kita miliki, kita bakal selalu merasa orang lain lebih bahagia, lebih segalanya dari kita. Apa yang dimiliki oleh orang lain selalu menjadi beban buat kita. Kita selalu merasa kurang dan kurang. Tidak pernah cukup. Apa enak hidup seperti itu? Padahal juga apa yang kita miliki di dunia ini hanya sementara.

Nah salah satu hal yang paling saya syukuri yang terjadi dalam hidup saya adalah bersyukur Tuhan memberi saya 2 anak, perempuan & laki2, yang sehat2 semua. Bersyukur  kami, sebagai orang tua, diberi rezeki yang cukup untuk menghidupi mereka dan mendidik mereka. Bersyukur diberi kepercayaan dan amanah oleh Tuhan dalam bentuk 2 malaikat kecil kami ini. Meski kami tidak hidup mewah, liburan aja jarang, hahaha, tapi tentu saya masih sangat bersyukur dengan keadaan kami. Saya tidak boleh mengeluh. Bagaimana mungkin saya mengeluh kalau ada teman saya yang berjuang tiap hari demi melaksanakan pengobatan anaknya yang mengidap penyakit yang memerlukan terapi seumur hidup? Bagaimana mungkin saya bisa iri dengan teman2 yang bisa liburan ke Eropa jika ada teman saya yang rela menjual motor, hp, dan barang2 lainnya untuk mendapatkan uang demi kelancaran pengobatan anaknya? Teman saya itu pun masih bisa bersyukur dengan kondisi anaknya, apalagi saya. 

Hal2 seperti ini yang saya harapkan dapat dipahami oleh anak2 saya sedini mungkin. Kemampuan untuk bersabar, besyukur, dan berempati. Karena, percaya atau tidak, ada satu teman saya yang hingga di usianya yang sama dengan saya masih suka iri dengan orang lain. Selalu membanding2kan dan tidak mau merasa kalah hingga rela bohong demi menunjukkan kalau ia lebih hebat. Percayalah, manusia seperti itu ada, dan dia orang dewasa pula, bukan lagi anak2. Bikin saya geleng2 banget kalau inget teman saya yang satu itu. Jadi, penting sekali kita mengajarkan nilai2 seperti itu kepada anak kita. Dan tentunya untuk bisa seperti itu, harus dimulai dari diri kita. Karena anak2 pasti mencontoh orang tua nya, bukan begitu? They said that kids don’t follow your advise, they follow your example. Banyak banget ya yang harus diajarkan ke anak. Bukan cuma diajarkan tapi dilakukan, mesti setiap hari pula biar jadi good habits. Pe er jadi orang tua banyak banget yah.. 

Two Thousand and Seventeen

I’m not sure how I’m gonna face this year. Since in this year, in about 7 months more, I will be officially 30. Thirty! Ten years ago, I freaked out that I was no longer teenager and now suddenly it’s 10 years later??? How did time fly so fast? I am a mother of two, yet I still can’t accept the fact that I’m gonna be thirty, hahaha.. And my mind has been racing that 10 years more then I’ll be 40 😣.. 

Okay, so now I have to stop worrying about my age. Getting old is something people must accept, whether they want to or not (#talktomyself). Now I must really do useful things and not wasting more times. If I want to live long, then I must live healthy, right? So, starting this year, my family and I will live healthier. Is that my 2017 resolution? Absolutely. In this year, I’ll do something productive too. No matter how small I’ll earn, I have to be a productive woman and mother. I promise I’ll also be a better mother for my children. I’ll educate them as best as I could. And pray to God, that this year will be much better than last year for me.

Terlalu Banyak Aplikasi Chat

Saat ini ada banyaaaaak sekali aplikasi chatting. Dulu jaman kuliah, paling canggih bisa chat di hp adalah menggunakan YM! alias Yahoo Messenger. Jangan2 ABG jaman sekarang gak tau YM ini apa, padahal YM ini dulu hits bangeeetttt.. Awalnya cuma bisa online di PC / Laptop, tapi setelah internet mulai marak di hp, YM-an bisa juga di hp. Kerennya YM ini kita bisa jadi invisible. Tetap online, tapi orang lain bakal ngira kita offline. 

Lalu muncullah sebuah hp baru yaitu blackberry or BB. Awal mulai YM gak laku lagi ya pas jaman ini nih.. Jaman BBM (Blackberry Messenger) mulai marak. Orang bukan lagi nanya “eh YM lo apa?”, tapi ganti jadi “pin lo berapa?” buat add teman. BBM ini revolusioner abis memang. Kalau YM agak ribet karena mesti sering sign in dulu, jadi kadang susah hubungin orang yang lagi gak sign in atau lagi gak online. Jadi mesti sms dulu bilang “eh YM lo nyalain dong”. Kalau BBM kan enggak, kita online 24/7. With BBM, we can chat with our BBM friends anytime we want. 

Setelah BBM, ada lagi yang lain yaitu Whatsapp Messenger. Kehadiran whatsapp (WA) ini memberikan solusi bila orang tidak memakai blackberry. Dulu samsung smartphone belum booming jadi pesaing utama BB adalah iPhone. Dulu iphone gakbisa BBM, jadi gimana pengguna iphone bisa chatting dengan pengguna BB? Ya dengan whatsapp ini, yang lebih simple lagi dalam add friends karena tinggal masukin nomor hape ke dalam contact, gak perlu approval apapun buat chat pake WA. 

Ketika smartphone samsung (dan pesaingnya) dan OS android mulai marak, mulailah muncul serentetan aplikasi chat lainnya. Ada LINE, yang booming karena sticker2 lucunya. Sekarang ada lagi Telegram. Lalu di sosmed2 juga sekarang bisa chatting seperti Instagram, path, facebook. Yang nyebelin itu adalah sosmed yang tadinya include chat dalam 1 app tapi tiba2 berubah, nyuruh kita install app berbeda untuk chatnya seperti FB & Path messenger. Trus sekarang ada lagi yang namanya snapchat. Kalau install semua-muanya apa gak too much ya dalam 1 hp. Penuh2in memory aja. Maka saya pun sekarang cuma install WA dan LINE saja. Eh sama snapchat sih, cuma karena penasaran aja karena sticker2 lucunya dan bisa video juga, walau belum pernah saya gunakan untuk chat dengan orang lain, jadi paling bentar lagi uninstall. BBM udah uninstall, karena udah males pake BBM. Grup pun yang aktif gak ada lagi di bbm, grup udah pada beralih ke WA dan LINE yang lebih mencakup banyak user. BB pun yang tadinya primadona juga mulai lenyap sekarang. Bentar sekali masa keemasan BB ini ya. Betapa trend dan teknologi cepat sekali berubahnya sekarang. Kita lihat saja nanti, inovasi baru apalagi nanti yang muncul. Ya terserah sih orang pada mau install semua aplikasi chat itu apa gak, tapi kalau saya sih ngapain install banyak2. Cukup 1 atau 2 platform saja cukup buat saya.

The Most Useful Apps in My Life (So Far)

Pertama… Instagram. Gue gakbisa gak buka Instagram dalam sejam rasanya, hahahaha… Instagram ini benar-benar berguna dan multifungsi banget. Bukan cuma bisa upload koleksi foto-foto kece, tapi berkat Instagram (atau juga dikenal dengan singkatan IG), hidup gw jadi lebih mudah. Cari ide kegiatan anak, banyak. Cari resep juga bisa cepat dan banyak nemunya. Belanja online juga buat gw paling enak ya liat dari IG dibanding FB or grup2 BBM. Karena hasil pencarian pun berbentuk gambar semua ya jadi lebih enak rasanya. Berkat IG juga gw jadi bisa kenal banyak sesama ibu2 yang juga suka kasih aktivitas belajar sambil bermain untuk anaknya. Dari awalnya hanya sekedar kepo belaka, trus komen-komenan, akhirnya berlanjut ke chatting dan berujung pada ketemuan semacam playdate karena bawa anak2. Seru banget IG ini pokoknya.

Kedua… the next best thing app is Pinterest! Oh yeah I really really love this app. Bayangin dulu kalau mau save sebuah post/blog/tulisan/artikel di internet mesti gimana? Bookmark di laptop/komputer? Kalau uninstall browsernya atau ganti laptop ribet kan. Ilang deh bookmark nya. Sekarang mah save link bisa pake pinterest. Bisa kita kategorikan link2nya, trus juga bisa browsing topik dan pinterest pun menampilkan serangkaian artikel di timeline sesuai dengan blog yang kita ikuti atau kesamaan topik yang suka kita save dan ikuti. Dulu awal2 agak bingung menggunakan Pinterest ini, tapi sekarang udah jadi salah satu penyelamat hidup gue. 

Nah kalau yang paling gak guna menurut gw itu Path. I admit it that gw pernah addicted dengan Path. Lama-lama bosen, ditambah suka loading gambarnya lama. Lama-lama gw liat isi Path mostly postingan ampas semua. Mana gak bisa save foto juga kan di Path. Gak seperti Facebook yang setiap postingan foto langsung tersimpan dalam album. Jadilah gw sekarang udah ga pernah buka Path lagi. Passwordnya pun lupa, hihihi..

Kira2 bakal ada inovasi applikasi apa lagi ya berikutnya? We’ll see..