About Gratitudeย 

Memiliki anak membuat saya bukan hanya belajar sabar, tapi juga belajar bersyukur. Dua pelajaran yang tidak didapat dari sekolah. Dalam bersabar aja masih susah banget ya, jadi bener2 mesti belajar, berlatih, dan ingat2 terus kenapa mesti sabar. Bersyukur juga mesti begitu. Mesti diingat2 tiap hari dan dirasakan. Supaya apa? Supaya bisa bahagia. Kalau gak bersyukur dengan apa yang kita miliki, kita bakal selalu merasa orang lain lebih bahagia, lebih segalanya dari kita. Apa yang dimiliki oleh orang lain selalu menjadi beban buat kita. Kita selalu merasa kurang dan kurang. Tidak pernah cukup. Apa enak hidup seperti itu? Padahal juga apa yang kita miliki di dunia ini hanya sementara.

Nah salah satu hal yang paling saya syukuri yang terjadi dalam hidup saya adalah bersyukur Tuhan memberi saya 2 anak, perempuan & laki2, yang sehat2 semua. Bersyukur  kami, sebagai orang tua, diberi rezeki yang cukup untuk menghidupi mereka dan mendidik mereka. Bersyukur diberi kepercayaan dan amanah oleh Tuhan dalam bentuk 2 malaikat kecil kami ini. Meski kami tidak hidup mewah, liburan aja jarang, hahaha, tapi tentu saya masih sangat bersyukur dengan keadaan kami. Saya tidak boleh mengeluh. Bagaimana mungkin saya mengeluh kalau ada teman saya yang berjuang tiap hari demi melaksanakan pengobatan anaknya yang mengidap penyakit yang memerlukan terapi seumur hidup? Bagaimana mungkin saya bisa iri dengan teman2 yang bisa liburan ke Eropa jika ada teman saya yang rela menjual motor, hp, dan barang2 lainnya untuk mendapatkan uang demi kelancaran pengobatan anaknya? Teman saya itu pun masih bisa bersyukur dengan kondisi anaknya, apalagi saya. 

Hal2 seperti ini yang saya harapkan dapat dipahami oleh anak2 saya sedini mungkin. Kemampuan untuk bersabar, besyukur, dan berempati. Karena, percaya atau tidak, ada satu teman saya yang hingga di usianya yang sama dengan saya masih suka iri dengan orang lain. Selalu membanding2kan dan tidak mau merasa kalah hingga rela bohong demi menunjukkan kalau ia lebih hebat. Percayalah, manusia seperti itu ada, dan dia orang dewasa pula, bukan lagi anak2. Bikin saya geleng2 banget kalau inget teman saya yang satu itu. Jadi, penting sekali kita mengajarkan nilai2 seperti itu kepada anak kita. Dan tentunya untuk bisa seperti itu, harus dimulai dari diri kita. Karena anak2 pasti mencontoh orang tua nya, bukan begitu? They said that kids don’t follow your advise, they follow your example. Banyak banget ya yang harus diajarkan ke anak. Bukan cuma diajarkan tapi dilakukan, mesti setiap hari pula biar jadi good habits. Pe er jadi orang tua banyak banget yah.. 

Two Thousand and Seventeen

I’m not sure how I’m gonna face this year. Since in this year, in about 7 months more, I will be officially 30. Thirty! Ten years ago, I freaked out that I was no longer teenager and now suddenly it’s 10 years later??? How did time fly so fast? I am a mother of two, yet I still can’t accept the fact that I’m gonna be thirty, hahaha.. And my mind has been racing that 10 years more then I’ll be 40 ๐Ÿ˜ฃ.. 

Okay, so now I have to stop worrying about my age. Getting old is something people must accept, whether they want to or not (#talktomyself). Now I must really do useful things and not wasting more times. If I want to live long, then I must live healthy, right? So, starting this year, my family and I will live healthier. Is that my 2017 resolution? Absolutely. In this year, I’ll do something productive too. No matter how small I’ll earn, I have to be a productive woman and mother. I promise I’ll also be a better mother for my children. I’ll educate them as best as I could. And pray to God, that this year will be much better than last year for me.

Belajar dari Office Boy dan Tukang Sayur

Ada seorang office boy kantor yang masih saya ingat dan kemungkinan besar akan selalu saya ingat, padahal cuma kenal selama 3 bulan. Dia mungkin menurut kalian hanya seorang office boy. Tapi sebenarnya buat saya semua pekerjaan itu penting. Tanpa office boy, siapa yang akan merawat kebersihan tempat kerja? Dan yang paling penting buat saya bukan melihat tingginya jabatan seseorang, saya paling suka liat orang yang kerjanya semangat dan ceria. Contohnya, si OB yang saya maksud ini. Namanya entah kenapa unik banget, namanya Emen. He might have been the most cheerful office boy I’ve ever seen. Tiada hari baginya tanpa senyuman. Dia bekerja dengan senyum. Bahkan sambil nyanyi2, saya liat dia sering ngepel sambil memasang earphone musik di telinganya. Dia sering ajak saya ngobrol, becanda, dan senyum. Saya sampai terharu liat dia. You know what it means? It means that he enjoys his job really much. It means that he is grateful everyday for his job. Terus saya jadi malu sendiri. Secara gaji, saya lebih besar, but I still complained a lot about my job. But then I looked at Emen, and realized that I should be more grateful and less complaining. I should enjoy more my job. Emen aja bisa enjoy dan menebar senyuman tulusnya dengan mengepel lantai, masa saya tidak bisa enjoy dan merengut ngerjain excel segambreng? Emen si Office Boy jadi reminder saya waktu itu untuk sering2 tersenyum dan menikmati pekerjaan kita, apapun bentuknya.

Kini, saya beralih status menjadi seorang stay at home mother (SAHM) alias ibu rumah tangga (IRT). I am very grateful for my current role. But I also wish for more. Saya ingin berpenghasilan juga walau jadi IRT. Saya ingin punya bisnis sendiri. Masih sering mengeluh sekarang kenapa saya belum punya skill yang pas buat berbisnis dan belum punya waktu yang lowong juga untuk menekuninya. Suami memang kerja, tapi selain ingin mandiri juga (in case kan terjadi sesuatu maka kita sebagai istri tetap bisa survive) juga karena ada rasa ingin aktualisasi diri. Ingin berkarya. Dan setiap melihat teman2 saya ada yang mulai bisnis sendiri meski sambil kerja, saya iri banget rasanya. Di tengah2 itu, saya merasa kembali diingatkan oleh Tuhan. Saya melihat tukang sayur langganan saya setiap hari tersenyum dengan ramah dan ceria setiap menghampiri saya dengan motornya. Meski baru kenal, dia bercanda terus bawaannya. Bahkan ngegaring, hahaha.. Saya mau keluar pun ia sapa. Again, saya merasa diingatkan untuk tetap senyum dengan keadaan saya. Tetap bersyukur masih diberi rejeki banyak walau saya ingin lebih. Kalau tukang sayur aja bisa enjoy jadi tukang sayur, maka saya harus bisa lebih enjoy dari dia menikmati peran saya. Saya harus bisa bersabar. Sambil mencari2 kesempatan bisnis dan belajar, saya mesti sabar karena memang saya sekarang masih rempong dengan mengurus 2 anak, satunya masih bayi 4 bulan pula. Saya yakin akan ada waktunya dimana saya bisa mulai bisnis dan saat itu saya bisa bereksperimen apapun. Sabar dan tetap ikhlas intinya ya… 

Belajar dari office boy dan tukang sayur.. Saya mendoakan yang terbaik buat mereka. Bagi saya, pekerjaan mereka sangat mulia, karena secara tidak mereka sadari, mereka mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dan tersenyum di segala kesulitan dan keadaan. Hal yang sering sulit dilakukan dan dilupakan. Betul kan?

What do you love?

I love all kinds of chocolate..

I love the sound of the rain…

I love the cool air of mountain…

I love romance novels…

And mystery ones, as well…

I love crowd… but not too crowded…

I love the sky view from my window seat…

I love singing my favourite songs…

I love driving in my car…

And I always love being in the middle of my loved ones and make them laugh… 

Now you see, happiness doesn’t need to be expensive and complex.. It’s actually cheap and simple ๐Ÿ™‚

Tie Dye Art Menggunakan Tissue Basah

Looking for a simple art activity to do with your kid? Coba deh ini, membuat kreasi tie dye art pada tisu basah. So simple that you don’t really need preparation. Here is how:

  1. Bentuk atau kerucutkan tisu basah seperti pada gambar pojok kiri atas.
  2. Ikat 2 buah karet pada tisu basah itu sehingga tisu basah terbagi menjadi 3 segmen (gambar pojok kanan atas).
  3. Beri 3 warna berbeda pada ketiga segmen tisu basah. Ajak anak mewarnai dengan spidol atau langsung tetesi pewarna makanan.
  4. Lepas kedua karet dan buka tisu basahnya dan let it dry.

Tadaaaaa… cantik kaaaan? Jadi kayak shawlnya Dian Pelangi kaaaan? Hahaha.. Selanjutnya hasilnya bisa dijadikan berbagai craft, seperti jadi craft kupu-kupu yang cantik seperti berikut. 

Craft Kupu-kupu

Terlalu Banyak Aplikasi Chat

Saat ini ada banyaaaaak sekali aplikasi chatting. Dulu jaman kuliah, paling canggih bisa chat di hp adalah menggunakan YM! alias Yahoo Messenger. Jangan2 ABG jaman sekarang gak tau YM ini apa, padahal YM ini dulu hits bangeeetttt.. Awalnya cuma bisa online di PC / Laptop, tapi setelah internet mulai marak di hp, YM-an bisa juga di hp. Kerennya YM ini kita bisa jadi invisible. Tetap online, tapi orang lain bakal ngira kita offline. 

Lalu muncullah sebuah hp baru yaitu blackberry or BB. Awal mulai YM gak laku lagi ya pas jaman ini nih.. Jaman BBM (Blackberry Messenger) mulai marak. Orang bukan lagi nanya “eh YM lo apa?”, tapi ganti jadi “pin lo berapa?” buat add teman. BBM ini revolusioner abis memang. Kalau YM agak ribet karena mesti sering sign in dulu, jadi kadang susah hubungin orang yang lagi gak sign in atau lagi gak online. Jadi mesti sms dulu bilang “eh YM lo nyalain dong”. Kalau BBM kan enggak, kita online 24/7. With BBM, we can chat with our BBM friends anytime we want. 

Setelah BBM, ada lagi yang lain yaitu Whatsapp Messenger. Kehadiran whatsapp (WA) ini memberikan solusi bila orang tidak memakai blackberry. Dulu samsung smartphone belum booming jadi pesaing utama BB adalah iPhone. Dulu iphone gakbisa BBM, jadi gimana pengguna iphone bisa chatting dengan pengguna BB? Ya dengan whatsapp ini, yang lebih simple lagi dalam add friends karena tinggal masukin nomor hape ke dalam contact, gak perlu approval apapun buat chat pake WA. 

Ketika smartphone samsung (dan pesaingnya) dan OS android mulai marak, mulailah muncul serentetan aplikasi chat lainnya. Ada LINE, yang booming karena sticker2 lucunya. Sekarang ada lagi Telegram. Lalu di sosmed2 juga sekarang bisa chatting seperti Instagram, path, facebook. Yang nyebelin itu adalah sosmed yang tadinya include chat dalam 1 app tapi tiba2 berubah, nyuruh kita install app berbeda untuk chatnya seperti FB & Path messenger. Trus sekarang ada lagi yang namanya snapchat. Kalau install semua-muanya apa gak too much ya dalam 1 hp. Penuh2in memory aja. Maka saya pun sekarang cuma install WA dan LINE saja. Eh sama snapchat sih, cuma karena penasaran aja karena sticker2 lucunya dan bisa video juga, walau belum pernah saya gunakan untuk chat dengan orang lain, jadi paling bentar lagi uninstall. BBM udah uninstall, karena udah males pake BBM. Grup pun yang aktif gak ada lagi di bbm, grup udah pada beralih ke WA dan LINE yang lebih mencakup banyak user. BB pun yang tadinya primadona juga mulai lenyap sekarang. Bentar sekali masa keemasan BB ini ya. Betapa trend dan teknologi cepat sekali berubahnya sekarang. Kita lihat saja nanti, inovasi baru apalagi nanti yang muncul. Ya terserah sih orang pada mau install semua aplikasi chat itu apa gak, tapi kalau saya sih ngapain install banyak2. Cukup 1 atau 2 platform saja cukup buat saya.

Kreasi Mainan dari Kain Flanel

You know you’re a mother when you learn how to sew a toy for your kid(s). Ain’t it right? Kalau dulu sebelum beranak, skill menjahit saya mentok pada skill tusuk jelujur (itupun gak rapi) dan jahit kancing paling. Jadi saya pun cuma punya benang hitam, putih, merah, dan sebuah jarum hanya jika ada kancing baju lepas aja. Mana ada pikiran mau belajar jahit waktu itu? ๐Ÿ˜ 

Suatu hari saya kepikiran untuk membuat sebuah busy book yang terbuat dari kain flanel / felt untuk K yang masih berusia 7 bulan waktu itu supaya dia anteng di dalam pesawat. Eh tapi first time itu saya gak pake jahit bikinnya, karena belum bisa jahitnya bo’. Tapi ini awal mulanya saya jadi belajar jahit nantinya. Alhasil ya pertama itu pake hot glue gun aja. Gunting tempel-tempel kelaaarrrr. Ini hasil busy book pertama bikinan saya. Yaaahh not bad lah yaaa…

Nah ternyata busy book nya lama-lama bisa lepas-lepas tempelannya karena ditarik-tarik sama si bayi. Jadilah saya berniat mau bikin lagi tapi yang dijahit, biar awet. Lalu, saya menemukan buku ini di toko buku.

Bukunya berguna banget karena selain jelasin cara-caranya juga disediakan contoh-contoh polanya. Langsung lah saya beli bahan-bahannya terus beli juga benang-benang yang lengkap warnanya lalu eksekusi dah. Dan hasilnya waktu itu saya berikan kepada anak sahabat saya. 

Senangnyaaa liat anak sahabat ini suka mainin busy book hasil jahitan perdana saya yang ala kadarnya dan walau masih ada errornya ๐Ÿ˜†.

Ternyata bikin beginian nagih loh karena berikutnya saya buat lagi sebuah busy book buat K. Contoh-contohnya saya lihat dari internet, ada banyak banget kok contoh dan polanya. Tinggal gugling aja kok ๐Ÿ˜†. Sebenarnya mau bikin juga pake mesin jahit, tapi ya saya belum bisa pakai mesin jahit. Mesti belajar dulu, ke nyokap mungkin yang jago jahit, haha. Anyway untuk sekarang jahit tangan aja cukup lah ya, kecuali kalau mau dijualin baru deh belajar mesin jahit.

Oiya saya juga pernah bikin finger puppet nya Peppa Pig family dari kain flanel karena K suka banget sama serial kartun Peppa Pig.

Peppa Pig finger puppet

Selain itu, flanel bisa juga dipakai untuk mainan ‘membuat pizza’. Yang ini mah gak pake jahit-jahit sama sekali, cuma digunting aja jadi. K suka banget mainin ini, selain melatih motorik halus juga belajar berhitung ๐Ÿ˜†.

Pizza Flanel

Bisa juga untuk membuat mainan memory game (pakai hot glue gun aja tanpa perlu jahit) atau DIY Montessori dressing frame yang sangaaaat berguna untuk latihan practical life skill balita. Ya pokoknya mah so many things bisa dibuat dari kain flanel.

Felt Memory Game
DIY montessori dressing frame

Dan terakhir kemarin K ( 3 tahun) minta saya bikinin tea set dari flanel yang ada di buku itu juga. 

Kalau kreasi lain yang lebih advanced, seperti yang pake dakron isinya itu, saya belum pernah coba bikin. Maybe next time mau coba. Kalau gak sempet or gak bisa jahitnya tapi kepengen juga punya busy book flanel, bisa beli aja kok karena udah banyak yang bisnis jualan busy book macam gini, tapi ya tetep kalau bikin sendiri buat anak ada rasa kepuasan tersendiri kan yaaa…

Resep Homemade Playdough

Berhubung saya suka lupa orangnya, jadi saya tulis resep homemade (edible) playdough di blog ini. Jadi, kalau saya lupa tinggal cari di sini ๐Ÿ˜Š. Sesekali saya buatkan playdough untuk anak saya. Kalau mau anak anteng main sendiri lama, kasih aja deh playdough, doi bakal anteng main sendirian sementara kita bisa leluasa ngerjain pekerjaan rumah or pekerjaan lain. Lalu kenapa homemade? Naturally kalau homemade jelas lebih murah (emak hemat hehe), lalu kalau homemade playdough yang dimasak berarti lebih aman untuk balita yang masih suka masukin benda ke dalam mulut, ya kan? Jadi kalau gak sengaja kemakan masih aman lah. Playdough sangat berguna sebagai open ended play, mengembangkan kreativitas & imajinasi, serta melatih motorik halus anak.

Nah untuk resep homemade playdough macem-macem yah, tapi saya paling suka menggunakan resep yang pernah diposting oleh @ayomain di akun Instagramnya, karena suka dengan hasilnya yang lembut sekali dan tidak lengket di tangan. Berikut bahan dan cara membuatnya.

Bahan:

  • Tepung terigu : 1 cup
  • Krim Tartar : 2 sdm; merk Koepoe koepoe, ada label halalnya.
  • Minyak Sayur : 1 sdm
  • Garam : 1/3 cup
  • Air : 1 cup (250 ml)
  • Pewarna makanan

Cara membuat:

  1. Campur semua bahan cair : Minyak, air, dan pewarna makanan.
  2. Campurkan semua bahan kering aduk sampai rata.
  3. Campurkan kedua campuran tersebut di atas dan aduk hingga rata.
  4. Panasan pan/penggorengan di atas api kecil.
  5. Masukkan adonan lalu aduk hingga mengental dan tidak lengket serta tidak meninggallan sisa di atas pan.
  6. Dinginkan dahulu, lalu dough siap dimainkan.

Option: Jia ingin membuat banyak warna, bisa juga adonan polos dimasak terlebih dahulu. Jika sudah matang dibagi menjadi beberapa bagian kemudian teteskan pewarna pada adonan polos dan uleni hingga warna tercampur rata. Tapi kalau saya sebelum dimasak dibagi dulu adonan polosnya ke beberapa mangkok lalu teteskan pewarna makanan lalu dimasak deh.

Oiya supaya awetnya lama, playdoughnya kalau sedang tidak dimainkan disimpan di wadah tertutup rapat. Begini hasil playdoughnya.

Beragam cara bermain sambil belajar dengan menggunakan playdough untuk balita kesayangan:

Bahkan playdough bisa dibuat menjadi alat peraga. Seperti di bawah ini, saya membuat alat peraga gigi manusia untuk mengenalkan K pada nama-nama gigi, karena waktu itu K bertanya kepada saya apa nama gigi ini, apa nama gigi itu. Jadi setelah dibentuk, dough bentuk gigi yang putih itu dipanggang sampai keras.

Semoga bermanfaat ya ๐Ÿ˜Š…

Beragam Mainan Dari Kotak Kardus Bekas

Mainan itu gak perlu mahal. Mainan itu gak perlu beli. Caranya? Yaa bikin dong. Bahan favorit saya bikin mainan anak adalah kardus bekas. Kardus bekas sereal, kotak sepatu, kotak air mineral, apapun deh bisa. Kalau gak ada ide desain atau gak tau caranya? Gampang cyiinn.. Tinggal googling ajah. Misal dengan keyword “shoebox craft” atau “cardboard box toy”, dan lain-lain. 

Ini ada beberapa contoh mainan dari kardus bekas yang pernah saya buat untuk anak saya.

– Oven mini untuk memanggang pizza dari kotak sepatu bekas, since K loves cooking pretend play. Well, who doesn’t? ๐Ÿ˜€

– Kasir mainan. Berguna untuk pretend play jual-beli, sehingga anak bisa mengerti cara jual-beli serta kapan dapat kembalian & kapan tidak (otomatis mengenalkan konsep matematika pertambahan/pegurangan).

– Mini zoo alias kebun binatang mini, since K loved to play with her animal figurines.

– Diorama bawah laut yang sempat ngehits sejagat Instagram raya. 

– Mobil-mobilan.

– Puzzle. Bisa puzzle memasangkan bentuk hingga puzzle berbentuk kubus.

– DIY Montessori Sand Paper Letters / Numbers, yang berguna untuk kegiatan tracing.

– Lacing Shoes, untuk anak latihan mengikat tali sepatu.

– Maze from cereal box. 

Tentunya masih banyak banget mainan yang bisa dibuat dari kardus bekas. Makanya saya paling happy tiap dapat kardus yang tak terpakai. Selalu disimpan gak pernah dibuang lagi sekarang. Bikin mainan seperti ini juga bisa ngajarin anak untuk recycle barang dan ngajarin anak bahwa mainan itu gak selalu harus beli. Kalau bisa bikin sendiri, kenapa tidak? Juga bisa menambah kreativitas kan? Juga, tiap ke mall, K sih so far gak pernah merengek-rengek minta dibelikan mainan yang dijual. Jadi, manfaatnya juga bisa untuk meminimalisir tantrum anak kalau jalan keluar. Yuk mulai sekarang, jangan buang kotak kardus bekasnya yah..

Modus Penipuan Baru : Pemasangan Alat Penghemat Listrik Indos*ver Secara ‘Gratis’

Suatu hari, ada 2 orang pria (yang bersikap murah senyum, ramah, dan SKSD) datang mengatakan awalnya mau survey. Dia tanya-tanya berapa daya di rumah saya, berapa rata-rata bayar listrik perbulannya, dan paling besar pernah bayar berapa. Lalu dia pun bilang bahwa saya adalah salah 1 dari 15 orang yang beruntung (keren banget kedengerannya) yang diberi sebuah alat penghemat dan penstabil listrik secara gratis bermerk Indos*ver. Dia menunjukkan sebuah diagram dan juga tabel yang memperlihatkan bahwa harga barang itu di pasaran normalnya Rp 1 juta, kalau promo jadi Rp 800 ribu. Nah saya sebagai salah 1 yang beruntung akan diberi free (dalam hati.. wahh enak sekali), cukup bayar Rp 299 ribu sebagai uang garansinya. Wait a minute! Sejak kapan ada istilah uang garansi? Trus masa sampe 300 ribu? Curiga mode : ON. Saya lihat pun barangnya kecil saja. Dalam hati pun mempertanyakan masa harga barang kayak gini doang sejuta? 

Saya gak mau tertipu tapi saya orangnya gak enakan (untuk menolak atau mengusir, hadeh..). Awalnya saya bilang saya ga ada cash (beneran lagi gak ada cash sebanyak itu di dompet), lalu dia bilang mau kasih no rekeningnya. Alhasil saya bilang aja kalau saya mau pindahan (this is true) lalu rumah ini punya mertua dan nanti akan dikontrakkan (true juga), jadi saya suruh mereka konsultasi dulu kalau mau pasang alatnya ke mertua saya yang tinggal beda 2 rumah dari rumah yang saya tempati ini. Lalu pergilah mereka dan saya pun tutup pintu rapat-rapat. Hahahaha…

Anyway setelahnya, saya pun langsung googling. Ternyata alat indos*ver itu rata-rata cuma seharga Rp 350 ribu. Gak ada tuh yang jual sampe sejuta. Doeeenngggg…. Beda tipis dengan uang garansi yang dia sebut kan? Jadi ya dia memang nyuruh kita beli kan? Hahaha untung saya tidak tertipu. Wahai penipu, tobat woy!