Curhatan Tiap Pagi Saat Ini

Sering banget punya rencana seperti ini tiap malam : besok mau bangun siang dan gak usah masak! Mikirin rencana sederhana seperti itu buat seseorang yang memiliki peran sebagai ibu rumah tangga adalah sesuatu yang amat sangat menyenangkan. Tapi, tiba-tiba gw langsung inget sesuatu : gw lagi ada bayi woy! Langsung lah rencana sederhana namun berasa surga itu langsung lenyap seketika. Hahaha yah begitulah, kalau lagi ada bayi, yang bikin senang itu amat sangat tidak muluk2. Bukan lagi perlu nonton tiap minggu di bioskop atau karokean di Happy Puppy. Cukup mengimpikan bisa mandi lama sendiri tanpa interupsi tangisan atau teriakan, atau sekedar bisa begadang baca novel kesukaan atau maraton serial tv kesayangan tanpa memedulikan besok harus bangun jam berapa atau masak apa buat anak-anak atau harus kasih aktivitas apa buat mereka bermain sambil belajar.

Tapi, tau gak sih? Semalas-malasnya gw memulai hari tiap pagi, tapi tiap liat anak-anak bangun dan mereka tersenyum (terutama si bayi yang lagi lucu-lucunya hahaha), pasti langsung kembali semangat 45 untuk bersibuk-sibuk ria di rumah. Coz I know that this moment won’t last long and won’t last forever. My baby will only be a baby in short time. Soon in the future I’d feel how time flies seeing my children suddenly has grown up and I’d miss these moments. Jadi, seberapa rempongnya urus anak2 sekarang, I just have to enjoy it as long as they’re still little, coz they’re not little forever! Lalu tiba-tiba jadi mellow deh saya, hahaha.

#curhatanpagiharidikalayanglainmasijtidursementarasayaharussudahstandbydidapur

Advertisements

Thanks God It’s Friday

Setiap ketemu hari Jumat dari dulu selalu bersyukur. Loh emang bukannya buat ibu yang kerja seharian di rumah semua hari itu sama saja? Haha ya enggak lah ya. Urus anak sendirian itu capek. Capek pikiran, hati, fisik. Bahkan bisa lebih capek dari kerja kantoran. Kalau weekend ya senang banget karena ada suami yang bantuin urus anak dan pekerjaan rumah. Trus bisa jalan2 sekeluarga buat refreshing. Sangat berharga buat saya yang sekarang makin jarang punya me-time. Jadi, saya bersyukur hari ini sudah Jumat. Besok weekend dan bisa jalan-jalan yayyy!

My Smiley Boy

Beda anak beda cerita. Anak saya yang kedua, baby D, yang masih bayi ini suka banget senyum. Gampang banget bikin dia tertawa. Trus beda dari kakaknya yang pas bayi cuma mau digendong oleh orang2 rumah atau yang sering dilihat, nah si baby D ini mah ga protes digendong sama orang baru ataupun sama orang yang jarang dilihat. So lucky to have this little guy in our family 😘.

7-months old baby D

Why SAHM?

Kenapa gw memilih jadi stay-at-home mother?

Ok, yang pertama, alasan awal gw resign dan memilih urus anak sendiri adalah karena ketidaknyamanan suasana kantor. Gak win-win solution rasanya kalau gw ga enjoy kerja dan ga enjoy mikirin anak diurus orang lain. So, mending gw pilih keluar dari kerjaan yang super ga nyaman itu.

Kedua, maybe because I am a bit of a perfectionist person. Ketika gw dapat ilmu2 parenting, gw merasa harus gw sendiri nih yang nerapin. Gw merasa orang lain ga akan bisa sesuai ekspektasi gw dalam asuh anak gw. Terutama kakek-neneknya ya, tau sendiri kan betapa soft nya mereka sama cucu2nya. Kalau terpaksa, gw lebih baik hire orang lain yang masih terbilang muda, yang masih bisa gw kasih tau, ajarin, educate sesuai yang gw mau. Kan mereka dibayar untuk itu toh? Tapi tetap rasanya gw ga percaya orang lain bisa sesuai ekspektasi. Kalau orang lain mungkin bisa ya gimana ajarin pengasuh buat ikut didik si anak. Kalau bisa ya it’s okay, karena jadi SAHM atau Working Mother itu sama2 bagus kok yang penting happy. Karena saya ga happy jadi working mother di kantor lama saya ya, I chose other option. Pun udah dapat pengasuh yang oke, entah gimana gw liat tetep banyak yang bertahan lama. Tetiba pulang kampung lah biasanya jadi mesti pusing lagi cari pengasuh baru, lalu adaptasi lagi, lalu ajarin lagi. Gitu terus berulang2. Kasus yang gw liat banyak banget terjadi di teman2 gw. Jadi, kalau gw sih lebih pusing punya pengasuh daripada kerja jauh dari anak. Buat gw sih ya begini, kan tiap orang beda2 toh..

Ketiga, karena gw jadi mikir untuk melakukan bisnis atau kerjaan freelance sendiri dari rumah. Kata siapa SAHM itu mesti ga bisa menghasilkan duit? Banyak teman wanita gw yang berbisnis sambil urus anak dari rumah. Trus kalau bosen di rumah ya keluar aja jalan sama anak. Or playdate-an, ajak teman lain yang juga punya anak untuk main2 bersama di mall or anywhere possible. This is what I often do. Saya ikut komunitas yang kegiatannya playdate2 bertemakan aktivitas bermain sambil belajar. Memang seharian ngurusin anak, ngobrol sama balita dan seharian dicerewetin sama anak tuh bisa bikin otak konslet memang 😁. Solusinya, ya kalau bisa kesepakatan ama suami untuk me time sejenak barang 2 jam aja itu udah refreshing banget. Kalau gabisa, playdate-an sama teman2 senasib itu juga membantu sangat. Jadi kata siapa SAHM itu melulu di dapur dan bau terasi? Hahaha, gw honestly jarang kali ke dapur.

Menurut gw, tugas jadi ibu itu udah berat. Pekerjaan tersulit namun dibayar termahal, karena dibayarnya dengan cinta. So, prioritasnya adalah bukan cari uang. Tapi cari kebahagiaannya dulu. Kalau memang happy nya kerja ya silahkan jadi working mother. Kalau happy nya ga kerja kantoran ya gausah pusing, jadi SAHM aja rasanya memiliki kepuasan tersendiri, biar suami yang bertugas utama cari uangnya. Kalau memang jiwanya SAHM, tugas utama kita ya keluarga kita, masalah uang sebaiknya tidak jadi fokus utama si ibu jika ada ayah yang bisa menopang keluarga. Kalau saya yakin, jika sekarang belum bisa aktualisasi diri dalam menghasilkan uang, akan ada saatnya nanti saya bisa ikut bekerja. Memang jika masih ada bayi dan anak balita masih sulit bagi waktu. Saya gamau terlalu pusing karena nanti malah anak terbengkalai. Kita bersabar aja, jika sudah waktunya dan ada kesempatan pasti bisa. Bener kan? hihi..

About Gratitude 

Memiliki anak membuat saya bukan hanya belajar sabar, tapi juga belajar bersyukur. Dua pelajaran yang tidak didapat dari sekolah. Dalam bersabar aja masih susah banget ya, jadi bener2 mesti belajar, berlatih, dan ingat2 terus kenapa mesti sabar. Bersyukur juga mesti begitu. Mesti diingat2 tiap hari dan dirasakan. Supaya apa? Supaya bisa bahagia. Kalau gak bersyukur dengan apa yang kita miliki, kita bakal selalu merasa orang lain lebih bahagia, lebih segalanya dari kita. Apa yang dimiliki oleh orang lain selalu menjadi beban buat kita. Kita selalu merasa kurang dan kurang. Tidak pernah cukup. Apa enak hidup seperti itu? Padahal juga apa yang kita miliki di dunia ini hanya sementara.

Nah salah satu hal yang paling saya syukuri yang terjadi dalam hidup saya adalah bersyukur Tuhan memberi saya 2 anak, perempuan & laki2, yang sehat2 semua. Bersyukur  kami, sebagai orang tua, diberi rezeki yang cukup untuk menghidupi mereka dan mendidik mereka. Bersyukur diberi kepercayaan dan amanah oleh Tuhan dalam bentuk 2 malaikat kecil kami ini. Meski kami tidak hidup mewah, liburan aja jarang, hahaha, tapi tentu saya masih sangat bersyukur dengan keadaan kami. Saya tidak boleh mengeluh. Bagaimana mungkin saya mengeluh kalau ada teman saya yang berjuang tiap hari demi melaksanakan pengobatan anaknya yang mengidap penyakit yang memerlukan terapi seumur hidup? Bagaimana mungkin saya bisa iri dengan teman2 yang bisa liburan ke Eropa jika ada teman saya yang rela menjual motor, hp, dan barang2 lainnya untuk mendapatkan uang demi kelancaran pengobatan anaknya? Teman saya itu pun masih bisa bersyukur dengan kondisi anaknya, apalagi saya. 

Hal2 seperti ini yang saya harapkan dapat dipahami oleh anak2 saya sedini mungkin. Kemampuan untuk bersabar, besyukur, dan berempati. Karena, percaya atau tidak, ada satu teman saya yang hingga di usianya yang sama dengan saya masih suka iri dengan orang lain. Selalu membanding2kan dan tidak mau merasa kalah hingga rela bohong demi menunjukkan kalau ia lebih hebat. Percayalah, manusia seperti itu ada, dan dia orang dewasa pula, bukan lagi anak2. Bikin saya geleng2 banget kalau inget teman saya yang satu itu. Jadi, penting sekali kita mengajarkan nilai2 seperti itu kepada anak kita. Dan tentunya untuk bisa seperti itu, harus dimulai dari diri kita. Karena anak2 pasti mencontoh orang tua nya, bukan begitu? They said that kids don’t follow your advise, they follow your example. Banyak banget ya yang harus diajarkan ke anak. Bukan cuma diajarkan tapi dilakukan, mesti setiap hari pula biar jadi good habits. Pe er jadi orang tua banyak banget yah.. 

Two Thousand and Seventeen

I’m not sure how I’m gonna face this year. Since in this year, in about 7 months more, I will be officially 30. Thirty! Ten years ago, I freaked out that I was no longer teenager and now suddenly it’s 10 years later??? How did time fly so fast? I am a mother of two, yet I still can’t accept the fact that I’m gonna be thirty, hahaha.. And my mind has been racing that 10 years more then I’ll be 40 😣.. 

Okay, so now I have to stop worrying about my age. Getting old is something people must accept, whether they want to or not (#talktomyself). Now I must really do useful things and not wasting more times. If I want to live long, then I must live healthy, right? So, starting this year, my family and I will live healthier. Is that my 2017 resolution? Absolutely. In this year, I’ll do something productive too. No matter how small I’ll earn, I have to be a productive woman and mother. I promise I’ll also be a better mother for my children. I’ll educate them as best as I could. And pray to God, that this year will be much better than last year for me.

Belajar dari Office Boy dan Tukang Sayur

Ada seorang office boy kantor yang masih saya ingat dan kemungkinan besar akan selalu saya ingat, padahal cuma kenal selama 3 bulan. Dia mungkin menurut kalian hanya seorang office boy. Tapi sebenarnya buat saya semua pekerjaan itu penting. Tanpa office boy, siapa yang akan merawat kebersihan tempat kerja? Dan yang paling penting buat saya bukan melihat tingginya jabatan seseorang, saya paling suka liat orang yang kerjanya semangat dan ceria. Contohnya, si OB yang saya maksud ini. Namanya entah kenapa unik banget, namanya Emen. He might have been the most cheerful office boy I’ve ever seen. Tiada hari baginya tanpa senyuman. Dia bekerja dengan senyum. Bahkan sambil nyanyi2, saya liat dia sering ngepel sambil memasang earphone musik di telinganya. Dia sering ajak saya ngobrol, becanda, dan senyum. Saya sampai terharu liat dia. You know what it means? It means that he enjoys his job really much. It means that he is grateful everyday for his job. Terus saya jadi malu sendiri. Secara gaji, saya lebih besar, but I still complained a lot about my job. But then I looked at Emen, and realized that I should be more grateful and less complaining. I should enjoy more my job. Emen aja bisa enjoy dan menebar senyuman tulusnya dengan mengepel lantai, masa saya tidak bisa enjoy dan merengut ngerjain excel segambreng? Emen si Office Boy jadi reminder saya waktu itu untuk sering2 tersenyum dan menikmati pekerjaan kita, apapun bentuknya.

Kini, saya beralih status menjadi seorang stay at home mother (SAHM) alias ibu rumah tangga (IRT). I am very grateful for my current role. But I also wish for more. Saya ingin berpenghasilan juga walau jadi IRT. Saya ingin punya bisnis sendiri. Masih sering mengeluh sekarang kenapa saya belum punya skill yang pas buat berbisnis dan belum punya waktu yang lowong juga untuk menekuninya. Suami memang kerja, tapi selain ingin mandiri juga (in case kan terjadi sesuatu maka kita sebagai istri tetap bisa survive) juga karena ada rasa ingin aktualisasi diri. Ingin berkarya. Dan setiap melihat teman2 saya ada yang mulai bisnis sendiri meski sambil kerja, saya iri banget rasanya. Di tengah2 itu, saya merasa kembali diingatkan oleh Tuhan. Saya melihat tukang sayur langganan saya setiap hari tersenyum dengan ramah dan ceria setiap menghampiri saya dengan motornya. Meski baru kenal, dia bercanda terus bawaannya. Bahkan ngegaring, hahaha.. Saya mau keluar pun ia sapa. Again, saya merasa diingatkan untuk tetap senyum dengan keadaan saya. Tetap bersyukur masih diberi rejeki banyak walau saya ingin lebih. Kalau tukang sayur aja bisa enjoy jadi tukang sayur, maka saya harus bisa lebih enjoy dari dia menikmati peran saya. Saya harus bisa bersabar. Sambil mencari2 kesempatan bisnis dan belajar, saya mesti sabar karena memang saya sekarang masih rempong dengan mengurus 2 anak, satunya masih bayi 4 bulan pula. Saya yakin akan ada waktunya dimana saya bisa mulai bisnis dan saat itu saya bisa bereksperimen apapun. Sabar dan tetap ikhlas intinya ya… 

Belajar dari office boy dan tukang sayur.. Saya mendoakan yang terbaik buat mereka. Bagi saya, pekerjaan mereka sangat mulia, karena secara tidak mereka sadari, mereka mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dan tersenyum di segala kesulitan dan keadaan. Hal yang sering sulit dilakukan dan dilupakan. Betul kan?

What do you love?

I love all kinds of chocolate..

I love the sound of the rain…

I love the cool air of mountain…

I love romance novels…

And mystery ones, as well…

I love crowd… but not too crowded…

I love the sky view from my window seat…

I love singing my favourite songs…

I love driving in my car…

And I always love being in the middle of my loved ones and make them laugh… 

Now you see, happiness doesn’t need to be expensive and complex.. It’s actually cheap and simple 🙂

Tie Dye Art Menggunakan Tissue Basah

Looking for a simple art activity to do with your kid? Coba deh ini, membuat kreasi tie dye art pada tisu basah. So simple that you don’t really need preparation. Here is how:

  1. Bentuk atau kerucutkan tisu basah seperti pada gambar pojok kiri atas.
  2. Ikat 2 buah karet pada tisu basah itu sehingga tisu basah terbagi menjadi 3 segmen (gambar pojok kanan atas).
  3. Beri 3 warna berbeda pada ketiga segmen tisu basah. Ajak anak mewarnai dengan spidol atau langsung tetesi pewarna makanan.
  4. Lepas kedua karet dan buka tisu basahnya dan let it dry.

Tadaaaaa… cantik kaaaan? Jadi kayak shawlnya Dian Pelangi kaaaan? Hahaha.. Selanjutnya hasilnya bisa dijadikan berbagai craft, seperti jadi craft kupu-kupu yang cantik seperti berikut. 

Craft Kupu-kupu

Terlalu Banyak Aplikasi Chat

Saat ini ada banyaaaaak sekali aplikasi chatting. Dulu jaman kuliah, paling canggih bisa chat di hp adalah menggunakan YM! alias Yahoo Messenger. Jangan2 ABG jaman sekarang gak tau YM ini apa, padahal YM ini dulu hits bangeeetttt.. Awalnya cuma bisa online di PC / Laptop, tapi setelah internet mulai marak di hp, YM-an bisa juga di hp. Kerennya YM ini kita bisa jadi invisible. Tetap online, tapi orang lain bakal ngira kita offline. 

Lalu muncullah sebuah hp baru yaitu blackberry or BB. Awal mulai YM gak laku lagi ya pas jaman ini nih.. Jaman BBM (Blackberry Messenger) mulai marak. Orang bukan lagi nanya “eh YM lo apa?”, tapi ganti jadi “pin lo berapa?” buat add teman. BBM ini revolusioner abis memang. Kalau YM agak ribet karena mesti sering sign in dulu, jadi kadang susah hubungin orang yang lagi gak sign in atau lagi gak online. Jadi mesti sms dulu bilang “eh YM lo nyalain dong”. Kalau BBM kan enggak, kita online 24/7. With BBM, we can chat with our BBM friends anytime we want. 

Setelah BBM, ada lagi yang lain yaitu Whatsapp Messenger. Kehadiran whatsapp (WA) ini memberikan solusi bila orang tidak memakai blackberry. Dulu samsung smartphone belum booming jadi pesaing utama BB adalah iPhone. Dulu iphone gakbisa BBM, jadi gimana pengguna iphone bisa chatting dengan pengguna BB? Ya dengan whatsapp ini, yang lebih simple lagi dalam add friends karena tinggal masukin nomor hape ke dalam contact, gak perlu approval apapun buat chat pake WA. 

Ketika smartphone samsung (dan pesaingnya) dan OS android mulai marak, mulailah muncul serentetan aplikasi chat lainnya. Ada LINE, yang booming karena sticker2 lucunya. Sekarang ada lagi Telegram. Lalu di sosmed2 juga sekarang bisa chatting seperti Instagram, path, facebook. Yang nyebelin itu adalah sosmed yang tadinya include chat dalam 1 app tapi tiba2 berubah, nyuruh kita install app berbeda untuk chatnya seperti FB & Path messenger. Trus sekarang ada lagi yang namanya snapchat. Kalau install semua-muanya apa gak too much ya dalam 1 hp. Penuh2in memory aja. Maka saya pun sekarang cuma install WA dan LINE saja. Eh sama snapchat sih, cuma karena penasaran aja karena sticker2 lucunya dan bisa video juga, walau belum pernah saya gunakan untuk chat dengan orang lain, jadi paling bentar lagi uninstall. BBM udah uninstall, karena udah males pake BBM. Grup pun yang aktif gak ada lagi di bbm, grup udah pada beralih ke WA dan LINE yang lebih mencakup banyak user. BB pun yang tadinya primadona juga mulai lenyap sekarang. Bentar sekali masa keemasan BB ini ya. Betapa trend dan teknologi cepat sekali berubahnya sekarang. Kita lihat saja nanti, inovasi baru apalagi nanti yang muncul. Ya terserah sih orang pada mau install semua aplikasi chat itu apa gak, tapi kalau saya sih ngapain install banyak2. Cukup 1 atau 2 platform saja cukup buat saya.